RSS

KAYA DAN BERSYUKUR

26 Jun

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Pernahkah kita merasa iri terhadap orang-orang yang hidupnya diberi kelebihan harta dibanding kita? Jika “iya” apa yang mendasari rasa iri kita terhadap orang-orang itu? Apakah rasa iri kita didasari oleh keinginan  untuk bisa lebih mencukupi kebutuhan hidup? Atau agar bisa berbagi lebih banyak kepada orang lain? Atau mungkin rasa iri kita didasari oleh gengsi dan hasrat ingin hidup bahagia dalam gelimang kemewahan?

‘Celotehan Kecil’ ane kali ini tentang Kaya dan Bersyukur. Selamat membaca yaahh…..  😀

BERSYUKURLAH BILA INGIN KAYA

Jika kita merasa sudah berusaha keras untuk menjadi kaya tapi belum juga menjadi kaya, mungkin ada satu yang kita lupakan agar Allah Al Mughniy (Yang Maha Mencukupi/Pemberi Kekayaan) mau membuka pintu rezeki kita.  Mungkin kita lupa bersyukur.

Tahu firman Allah di bawah ini?

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:  “Sesungguhnya jika kamu bersyukur,  pasti Kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.   (QS. Ibrahim: 7)

Merujuk dari firman Allah di atas jika kita ingin Allah menambahkan nikmat kepada kita, maka kita harus lebih banyak lagi bersyukur. Begitu juga jika kita ingin agar Allah menambahkan  rizki kita, cobalah untuk mensyukuri rizki apa yang telah kita miliki saat ini.

Adapun salah satu cara bersyukur atas apa  yang telah Allah berikan adalah dengan bersedekah. Dengan bersedekah, memberikan sebagian harta kita untuk orang lain maka mata (hati) kita akan terbuka untuk bisa lebih bersyukur.  Karena saat bersedekah kita bisa melihat bahwa di luar sana masih banyak  orang-orang  yang hidupnya tidak seberuntung kita.  Dan juga sekali-kali  janganlah takut rizki kita akan berkurang setelah bersedekah, karena Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Zubair bin Al Awwam;  “Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy yang dikirim oleh Allah Azza Wajalla kepada setiap Hamba sekada nafkahnya. Maka siapa yag membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah Membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan niscaya Allah menyedikitkan baginya.”  (Riwayat ad-Daruquthni dari Anas RA.)

Jadi  jika kita ingin kaya maka kita harus tingkatkan rasa syukur kita kepada Allah, insya Allah pasti Allah akan tambahkan nikmat-Nya  untuk kita. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

BERSYUKURLAH BILA (TELAH) KAYA

Betapa bahagianya saat ikhtiar dan doa yang kita panjatkan untuk mendapat limpahan rizki yang kita harapkan Allah kabulkan. Namun jangan sampai lupa diri, karena sesungguhnya rizki itu bisa berarti merupakan ujian untuk diri kita. Ujian, ya sesungguhnya kekayaan yang ada pada kita hanyalah barang pinjaman yang Allah titipkan sebagai sebuah amanah. Bila kita pergunakaan rizki yang kita punya untuk hal-hal yang Allah sukai maka akan Allah tambahkan nikmat-Nya pada kita. Namun jika setelah menjadi kaya  justru malah menjadikan kita sibuk dengan urusan duniawi hingga melalaikan ibadah, mungkin Allah akan mengambil keberkahaan rizki kita. Dan salah satu akibat dari hilangnya keberkahan rizki yakni kita akan selalu selalu merasa kurang, kebutuhan kita jadi bertambah banyak, muncul kegelisahaan dan ketidak puasan di hati kita sekalipun kita memiliki harta yang banyak.  Terlebih setelah menjadi kaya, malah menjadikan kita sombong, menjadikan kita terbiasa menilai—kelayakan dan derajat—seseorang hanya dari hartanya saja, dan juga menjadikan diri kita merasa lebih hebat dan lebih tinggi dari orang lain. Maka bersiaplah bila suatu saat Allah juga mengambil harta yang telah Allah pinjamkan pada kita yang selama ini sudah kita salah pergunakan dan membuat kita jadi lupa diri. Entah Allah akan mengambil harta kita itu secara perlahan-lahan atau dengan cara yang cepat.

Lalu bagaimana dengan orang-orang di luar sana yang meski mereka lalai terhadap perintah Allah tapi mereka tetap menjadi kaya dan terus bertambah kaya? Apa itu adil?

Nah, kalo menurut ane sih ini yang paling bahaya. Ane pernah denger kata ustadz yang ada di tipi kalo yang model begitu mungkin Allah sedang membiarkan mereka untuk semakin menambah dosa-dosa mereka yang ingkar bersyukur hingga datang malaikat Izroil dan di akhir kisahnya panasnya api neraka siap menanti.  Naudzubillah…

Semoga Allah memudahkan diri kita untuk senantiasa bersyukur. Menjadikan rizki yang kita punya menjadi bermanfaat dan barokah. Dengan kita bersyukur,  bukan hanya akan menambahkan nikmat-Nya pada kita, tapi bersyukur juga bisa sebagai pelindung kita dari azab Allah yang memurkakan orang-orang yang tak mengindahkan nikmat-Nya.

BERSYUKURLAH BILA TIDAK KAYA

Saat  menjadi kaya telah menjadi sebuah harapan, namun Allah tak kunjung juga melimpahkan rizki-Nya kepada kita seperti apa yang kita harapkan. Cobalah untuk (tetap) bersyukur dan tidak menyesalinya. Berhusnudzonlah, bila kita telah berikhtiar sekeras yang kita bisa mencari rizki dengan cara yang halal tapi Allah Yang Maha Pemberi Rizki belum atau tidak berkehendak menjadikan kita manusia yang kaya, itu berarti menjadi tidak kaya adalah yang terbaik untuk kita.

Seperti  sebuah kisah dari salah seorang dari umat Nabi Musa AS . Suatu ketika ada seseorang yang miskin bertemu dengan Nabi Musa, kemudian sambil menangis dia meminta Nabi Musa untuk mendoakan agar Allah mau merubah kondisi dan keadaannya menjadi lebih baik dan membuat dia menjadi kaya. Kemudian melihat kondisi si miskin yang mengharukan, akhirnya Nabi Musa merasa iba dan mendoakannya agar Allah merubah kondisinya menjadi kaya. Dan beberapa berapa lama kemudian Allah pun mengkabulkan hajat si miskin untuk menjadi kaya. Namun apa yang terjadi setelah dia menjadi kaya, bukannya beryukur si miskin tadi pun malah lalai dan kufur dari nikmat Allah. Kekayaan merusak akhlaknya. Dia gunakan kekayaannya untuk berbuat maksiat. Sehingga sampai suatu ketika dia melanggar peraturan hukum kelas berat yang menyebabkan sehingga dia dijatuhi hukuman gantung.

Hikmah berharga yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah kadang apa yang menurut kita baik tidaklah sebaik yang kita fikirkan. Lihat umat Nabi Musa tadi, menurut dia dengan menjadi kaya itu baik untuknya, namun ternyata saat ia menjadi kaya malah menjadi hal yang buruk untuk dirinya. Sungguh Allah Yang  Maha Mengetahui lebih tahu mana yang baik untuk hamba-Nya dan mana yang buruk untuk Hamba-Nya. Jadi  jangan berfikir saat Allah tidak jadikan kita kaya berarti Allah pelit, jahat, dan tak mau mendegarkan  doa-doa kita. Bisa saja karena  Allah tahu bila kita jadi kaya maka kita bisa saja menjadi seperti umat Nabi Musa tadi yang terlena dalam kekufuran. Allah tak ingin karena harta kita jauh dari-Nya, sebab Allah sayang pada kita. Mari pahami bahwa menjadi bahagia tak harus dengan menjadi kaya.

Sadarilah bahwa Allah-lah yang kuasa menjadikan kita bahagia, bukan kekayaan. Meski hidup dalam kesederhanaan selama kita selalu hadirkan rasa syukur di kehidupan kita, maka Allah pun akan cukupi keperluan kita dan hadirkan kebahagiaan di kehidupan kita. Dan untuk semua doa yang selalu kita panjatkan untuk memohon rizki tak Allah kabulkan di dunia, percayalah doa itu takkan sia-sia. Sebab Allah akan simpan doa kita yang belum dikabulkan di dunia  dan Allah akan kabulkan doa kita sesampainya kita di akhirat dengan menjadikan kita kaya raya di kehidupan yang akan datang. Allah tak menghendaki kita kaya di dunia yang sementara ini, tapi Allah menghendaki kita kaya di surga dengan kekayaan yang kekal.  Aamiin Allahumma aammiin….

*    *    *

Menjadi kaya atau memiliki harta yang lebih memang baik, bahkan Allah sangat senang melihat hambanya yang bersusah payah dalam menjemput rizki. Hanya saja jangan sampai membuat kita menanggap banyaknya harta sebagai sebuah ukuran bagi  kita untuk memperoleh kecukupan.  Terlebih jika kita punya pemikiran, “tanpa uang seseorang takkan bisa hidup”. Astaghfirullaahal’adzim….

Sadarilah harta hanyalah salah satu jalan/perantara untuk menjadi “cukup”. Percayalah sekalipun tanpa harta atau uang sepeser pun Allah masih bisa dan sangat mampu mencukupi kita. Rasulullah mengajarkan para sahabatnya dan kita sebagai umatnya untuk senantiasa menanamkan keyakinan bahwa  hanya dengan Allah maka kita akan merasa cukup.  Rasulullah bukan seorang yang senang hidup dengan gelimang harta dan sebagian sahabat Rasul juga banyak yang hidup dengan sedikit harta namun mereka tetap mendapatkan kecukupan.  Dan apa yang telah Rasulullah ajarkan tentang  sifat Allah ini berlaku untuk semua zaman, tidak hanya di zaman Rasulullah tapi juga berlaku di zaman modern seperti sekarang ini bahkan juga hingga akhir zaman nanti. Bila kita telah bersyahadat tentu kita tidak akan meragukan hal di atas. Sebab apa yang datang dari Rasulullah itu datangnya dari Allah. Dan meragukan Rasulullah tak ubahnya meragukan Kebenaran Allah beserta kekuasaan-Nya. Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Coba kita lihat lagi  ayat ke 7 Surah Ibrahim dan kisah umat Nabi Musa  di atas tadi. Semoga celotehan kecil kali ini bisa bermanfaat dan kita bisa mengambil pelajaran dari ke dua contoh di atas 😀

Yaa Allah, yaa Ghoniy…

Bukakanlah pintu rizki Mu seluas-luasnya bagi kami.

Sekiranya rezeki kami berada di langit, maka turunkanlah.

Jiika ia berada di bumi, maka keluarkanlah.

Dan jika ia berada di tempat yang jauh, maka dekatkanlah ia.

Yaa, Allah yaa Mughniy.

Bila nanti rezeki yang kami minta telah sampai di tangan kami.

Jadikanlah rezeki itu menjadi berkah lagi bermanfaat.

Rezeki yang bisa mencukupi kami dan membuat kami bisa menjadi lebih dekat dengan Mu.

Dan bukan menjadi rezeki yang membuat kami menjadi lalai dan jauh dari Mu.

Yaa Allah,,

Kami berindung kepada Mu dari segala keburukan rezeki yang mampu memurkakanku di hadapan-Mu. 

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on 26 June 2013 in CELOTEHAN KECIL

 

Tags: ,

2 responses to “KAYA DAN BERSYUKUR

  1. eanreana

    26 June 2013 at 21.58

     
    • pras al faqir

      27 June 2013 at 08.50

      wa’alaikumussalam warahmatullah..
      like this ukhti ^^

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: