RSS

MANFAAT TAK TERDUGA MEMILIKI JENGGOT

26 Feb

Bismillaahirrahmanirrahiim.

Tahukah kita dengan hadist ini?

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بإحفاء الشوارب, وإعفاء اللحى
Ibnu Umar r.a. mengatakan: “Sesungguhnya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang. (HR. Muslim: 259).

Tahukah kita akan manfaatnya bila kita mengamalkan sunnah ini? Berikut penjelasannya;

Menurut penelitian awal yang dilakukan tim dari Universitas Southern Queensland,  disebutkan bahwa pria yang wajahnya berjenggot dan berkumis memiliki paparan sinar UV sepertiga lebih sedikit dibanding yang wajahnya bersih.

Penelitian itu dilakukan di daerah Outback dengan menghitung paparan sinar matahari pada mannequin yang diberi berewok, dan yang tidak, sebagai pembanding. Penelitian itu menggunakan teknik dosimetrik yang mengukur jumlah radiasi yang diserap pada waktu tertentu.

Secara umum diketahui bahwa janggut lebat memberikan perlindungan terhadap sinar matahari 90-95 persen, tergantung kelebatan rambut.

“Rambut memang memiliki perlindungan yang baik terhadap matahari. Ini seperti faktor SPF, makin tebal makin terlindungi,” kata dr Nick Lowe, ahli dermatologi dari London.

Lowe mencontohkan, para peselancar yang botak cenderung mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari, bahkan prakanker pada kepalanya.

Teori lain menunjukkan, janggut yang tebal dan keriting juga memecah radiasi ultraviolet. “Cahaya berjalan di garis lurus, tetapi jika rambut keriting, maka gelombang cahaya akan terpecah sehingga lebih sulit mencapai permukaan bawah kulit,” kata Sallis, konsultan trichologist.

Pendapat lain menyebutkan, janggut yang tumbuh di leher dan dagu juga bisa mencegah seseorang terkena flu karena temperatur di sekitar leher lebih hangat. “Makin hangat kita menjaga suhu tubuh dan banyak minum air, maka makin cepat kita sembuh dari flu,” katanya.

Keuntungan lain dari memelihara jenggot adalah menghindari infeksi kulit yang terjadi akibat kulit terluka saat bercukur

Bagaimana Dengan Kumis ?

Salah satu dokter yang memelihara kumis adalah dr Prijo Sidhipratomo. Mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang kini menjabat sebagai ketua Komnas Pengendalian Tembakau ini memelihara kumis yang sudah cukup lebat. Ia mengakui bahwa kumis memang boleh lebat, tapi harus tetap terawat.

“Memang kalau kumis yang terlalu panjang dan tak terawat rentan ditumbuhi bakteri dan kuman. Saya sendiri selalu menjaga agar kumis tidak melebihi batas mulut. Tujuannya biar kumis tidak mengganggu makan. Kumis kan letaknya paling dekat dengan mulut, makanan yang menempel di situ bisa menjadi sumber penyakit,” terang dr Prijo kepada detikHealth, Jumat (11/1/2013).

Walau demikian, dr Prijo mengakui bahwa memelihara kumis ataupun bulu lain di wajah tidak boleh asal-asalan. Kumis yang dibiarkan tak terawat dan terlalu panjang akan menjadi rumah kuman dan bakteri. Oleh karena itu, ia menyarankan agar orang yang memelihara kumis agar rajin mencuci muka.

“Kalau ditumbuhi kuman, ya sebaiknya dicukur saja lalu diberi anitseptik. Kan memang belum ada sabun pembersih yang khusus buat kumis ataupun cambang,” tutur dr Prijo.

sumber: berbagai sumber

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 26 February 2013 in RAHASIA QUR'AN & SUNNAH

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: